Polisi Tangkap Ayam Karena Gagal Tangkap Pelaku Sabung Ayam

essepoker
Agen Judi Online
Polisi Tangkap Ayam Karena Gagal Tangkap Pelaku Sabung Ayam

Polisi Tangkap Ayam Karena Gagal Tangkap Pelaku Sabung Ayam – Lokasi yang dijadikan sarang perjudian sabung ayam di Desa Gololali, Kecamatan Putuan digerebek oleh Aparat Kepolisian Polsek Putuan, Sidomuncul Jawa Barat, pada hari Senin (24/4/2017). Akan tetapi dari pihak kepolisian setempat tidak membuahkan hasil dan harus menanggung malu saat datangi lokasi judi menjelang berbuka puasa tersebut.

Pasalnya, tak seorang pun pelaku judi sabung ayam yang berhasil ditangkap oleh Aparat Kepolisian. Diduga, penggerebekan ini bocor saat polisi menuju ke lokasi perjudian. Saat polisi datang, para pelaku judi sabung ayam tersebut sudah mengambil langkah seribu ke arah persawahan.

“Saat kami dalam perjalanan ke TKP, pelaku berlarian ke arah sawah. Mengingat saat berjalan menuju ketempat perjudian ada warga yang memberitahu tentang kehadiran kami,” kata Kasi Humas Polsek Sedati Aiptu Zainal Arifin.

Gagal menangkap pelaku judi sabung ayam, polisi akhirnya memilih ‘menangkap’ empat ekor ayam. Tentu saja ayam ini ditangkap bukan untuk diinterogasi siapa nama majikannya. Beberapa barang bukti juga diamankan polisi dari arena judi sabung ayam tersebut.

Wajah polisi sedikit terselamatkan karena seorang pejudi dadu ditangkap. Di arena judi ini memang ada beragam perjudian. Polisi memangkap pria bernama Mat Trika (55), warga setempat. Polisi mengamankan pula barang bukti berupa uang tunai Rp 942.000.

Warga Indonesia Membakar Lokasi Sabung Ayam di Malaysia

Warga di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, beramai-ramai membakar arena judi sabung ayam s128 yang berada di wilayah Malaysia atau tidak jauh dari luar perbatasan Indonesia di Desa Aji Kuning.

Wilayah tersebut acap digunakan warga Indonesia di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan untuk menggelar judi sabung ayam.

Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory mengatakan, warga yang marah karena perjudian sabung ayam dimaksud melakukan tindakan spontan dengan membakar arena judi sabung ayam itu, Sabtu (23/4/2017) malam lalu.

“Masyarakat sudah jengkel, mereka tidak terima karena ada arena judi sabung ayam di sekitar wilayah mereka. Walaupun itu dibuat di Malaysia, tetapi yang main orang Indonesia. Warga di sana tidak terima karena judi sabung ayam sudah merusak akhlak, moral,” ujar Christian kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2015).

Ia mengakui meski arena judi sabung ayam berada di Malaysia, yang bermain justru warga Indonesia yang belum mengerti bermain sabung ayam online. Sehingga sebagian masyarakat di sana tidak terima ada judi sabung ayam di wilayah mereka.

Selama ini polisi gencar memberantas judi termasuk judi sabung ayam di Kabupaten Nunukan. Karena terdesak, pelaku agen sabung ayam berpindah melakukan aktivitasnya di wilayah Malaysia untuk menghindari kejaran aparat.

Walaupun yang bermain judi sabung ayam di wilayah Malaysia merupakan warga Indonesia, Kapolres mengatakan, polisi tidak bisa mengambil tindakan apa-apa.

“Jadi kendalanya di Malaysia. Saya sudah berapa kali mendapatkan informasi dari masyarakat tetapi saya tidak bisa berbuat banyak. Kalau saya menangkap di wilayah negara lain, saya bertindak di luar kewenangan saya,” ujar dia.

Dia berharap masyarakat memaklumi jika polisi tidak bisa menindak pelaku judi sabung ayam di wilayah Malaysia karena bukan wewenangnya. Tapi tak ada ampun jika pelaku berjudi di Indonesia ” kecuali ” berjudi di agen sabung ayam online.

Dalam kasus ini Christian mempertanyakan tindakan polisi Malaysia karena tak menindak pelaku sabung ayam. Ia menduga mereka membiarkan para penjudi sabung ayam.

“Kita jangan dibodohi, akhlak rusak karena judi tidak ditindak. Jadi kitalah yang berfikir. Harus ada rasa kebanggaan, jangan sampai anggapan mereka bangsa Indonesia hobinya main judi kecuali judi online,” katanya.